Lirik Lagu Gaya Hidup
Jumat, 27 Januari 2012 | 08.48 | 0 Comments

Berkendara Aman Kala Musim Hujan


Melalui banjir harus lebih hati-hati!


Jakarta, Dunia Otomotif - Curah hujan mulai sering, belakangan ini. Jangan sampai cuaca buruk tersebut sampai mengganggu rutinitas Anda. Nah, bagi pengguna mobil berikut beberapa tips kala berkendara di saat hujan yang disampaikan oleh Garda Oto.

Kecepatan
Pelihara kecepatan dengan stabil, sesuai kondisi sekitar dan jarak pandang aman. Perhatikan jalan yang hendak kita lalui, kalau-kalau ada genangan air atau yang lainnya.

Putaran mesin (RPM)
Saat hujan dan jalan menanjak, jangan terlalu dalam menekan pedal gas, gunakan selalu putaran mesin rendah untuk memelihara traksi roda tetap optimal. Untuk mesin bensin, jaga putaran di 2500 rpm dan 1.800 rpm untuk diesel. Hal ini dilakukan supaya mobil tak slidding.

Lampu
Waktu debit hujan deras, jangan segan menyalakan lampu utama (day time) atau lampu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar kita. Jangan menggunakan lampu hazards! Lampu ini hanya akan mengganggu pengemudi lain, apalagi kalau mau berbelok.  Arah mobil tak bisa ditebak karena sein tak berfungsi. Lampu ini hanya digunakan dalam kondisi darurat!

Rem
Perhatikan jarak rem. Saat hujan, mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk diperlambat lajunya. Kalau biasanya butuh jarak dua detik dengan kendaraan di depan, coba kalikan dua jadi empat detik guna memperpanjang jarak rem.
Genangan
Jangan ngebut pada genangan air (tipis sekalipun) agar menghindari efek "hidroplaning" di mana tak ada traksi antara aspal dengan ban karena lapisan air. Kalau ini terjadi, mobil bisa kehilangan kendali dan nyawa taruhannya!
Hindari juga genangan air yang tingginya satu jengkal dari knalpot mobil. Jika tetap nekad, air bakal membuat mogok dan merusak mesin.

Pelanggan
Khusus untuk pelanggan Garda Oto dan butuh bantuan layanan darurat Garda Oto, bisa langsung hubungi Garda Siaga via telepon 75900. Layanan ini berlaku 24 jam. Garda Oto juga menawarkan perlindungan menyeluruh dengan jaminan banjir, gempa bumi, angin puting beliung dan bencana alam lainnya.
Ingat tu hati-hati!
Read more

Jangan Salah Pilih Pelek

Jangan tergiur dengan model yang menarik


Jakarta, Dunia Otomotif - Memilih pelek memang gampang-gampang susah. Bukan sekedar model, banyak hal mesti dipertimbangkan, terutama menyangkut keselamatan dan juga kenyamanan. Jamal, pemilik gerai pelek MdM di Fatmawati, Jakarta Selatan memberi jurus dalam memilih pelek.
Desain
Tidak semua desain pelek cocok dengan karakter mobil.  "Untuk mobil kecil seperti Jazz, Yaris, March paling pas menggunakan model jari-jari atau palang," ujar Jamal. Sedangkan mobil medium atau lebih besar seperti Toyota Altis, Honda Civic atau Mercedes-Benz C-Class cocok dengan tipe monoblock. Bisa juga menggunakan model jari-jari asalkan jaraknya lebih rapat.
Ukuran
Ingat! Penggunaan pelek dengan ukuran lebih besar dari standarnya bisa mengubah beberapa komponen kaki-kaki mobil. Untuk mobil kecil, maksimal diameter pelek 17 inci. Sedan medium maksimal 18 inci dan saloon bisa menggunakan pelek hingga ukuran 20 inci.
Lebar
 Pelek lebar sedang naik daun.Jika ingin menggunakannya, perhitungkan ruang spakbor. Pastikan saat belok masih leluasa alias tidak mentok dinding dalam atau piringan penampang per bagian bawah. Disarankan, mobil kecil, lebar maksimum 7 inci, medium 8 inci dan saloon 10 inci.
Offset
 Posisi pelek harus sejajar dengan bibir fender. Semisal, ukuran standar pabrik 40. Jika ingin posisi lebih ke dalam, maka angkanya harus lebih besar. Sebaliknya, ingin lebih menempel dengan bibir fender, angkanya lebih kecil. Toleransinya tambah atau kurang 2 poin dari standarnya.
Jamal berpesan, ketika tertarik dengan pelek yang diinginkan, sebaiknya coba langsung saat itu. Karena, ada tukang pelek yang tidak mau mencoba takut ada yang lecet.
Read more

Cara Praktis Bersihkan Mesin Mobil

Semprotkan obat ke semua permukaan

Bersihkan dengan lap basah sebagai awalan

Usap dengan lap kering

Jakarta, Dunia Otomotif — Membersihkan mesin tidak semudah mencuci bodi yang hanya disemprot lalu dikeringkan menggunakan plas chamois (kain pengering). Bisa-bisa mesin brebet bahkan tidak mau di-starter karena air masuk ke pengapian atau sambungan kelistrikan. Ternyata ada cara praktis yang bisa membuat tampilan menjadi kinclong tanpa menyebabkan gangguan di mesin. Berikut tips singkat dari bengkel cuci dan poles Dinar Sutan Batawi (DSB) di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, sediakan alat penunjang, seperti kain pengering, ember, 2 helai kain bersih, sabun colek, sikat gigi bekas, dan spray pembersih mesin, yang bisa didapat pada toko aksesori dan perawatan mobil.
Pastikan mesin dalam kondisi dingin agar tidak mencederai tangan. Basahi kain dan peras jangan sampai kering. Usap semua permukaan yang berdebu sesuai jangkauan tangan.
Untuk bagian yang terkena rembesan oli dapat dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sikat yang diberi sabun. Bilas dengan kain basah hingga bersih dari sabun.
Kedua langkah tersebut tidak perlu dilakukan untuk mobil produksi Eropa. "Khusus mobil Eropa, kita tidak menggunakan air untuk langkah awal karena pabrikan tidak membenarkan mencuci mesin menggunakan air," ujar Handoyo, supervisor bengkel DSB. Efeknya, biasanya timbul flek cenderung buram yang sulit dihilangkan.
Setelah itu semprotkan spray pembersih mesin pada semua bagian, baik yang berbahan karet, besi, maupun aluminium. Jangan ragu untuk menyemprot sisi dekat bodi karena obat tersebut tidak merusak cat. "Jika ada semprotan yang mengenai bodi, cukup usap dengan lap kering," jelas Handoyo.
Seterusnya diamkan bekas semprotan hingga kering. Bisa juga diusap menggunakan lap bersih untuk mempercepat proses pengeringan. Tidak perlu mengusap berkali-kali agar obatnya tidak hilang. Obat tersebut bisa bertahan selama 10 hari dan jika berdebu atau kena cipratan air dari bawah cukup dilap kering saja.
Untuk kondisi yang tidak terlalu berat (kotor sekali), proses ini hanya memakan waktu 25 menit saja. Praktis bukan?
Read more

Kendaraan Roda Tiga Berbahanbakar Hidrogen


Sosok HyAlpha menggebrak India


Delhi, Donia Otomotif - Meski mata industri otomotif saat ini berpaling ke Detroit Auto Show 2012, pameran otomotif terbesar di India, Delhi Auto Show masih memunculkan berita menarik. Terakhir, Mahindra & Mahindra meluncurkan HyAlpha, kendaraan tiga roda berbahanbakar hidrogen dan diklaim pertama di dunia. 
 
Kendaraan tiga roda ini hasil kerja sama beberapa pihak. Untuk pengembangan produk diperoleh dana 1 juta dolar AS dari salah satu organisasi PBB, yaitu United Nations Industrial Development Organization International Centre for Hydrogen Energy Technologies (UNIDO-ICHET) yang berbasis di Istanbul, Turki yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan penelitian India, Indian Institute of Technology, di Delhi (IITD).
 
Untuk produksi kendaraan ini, diserahkan kepada produsen otomotif lokal Mahindra&Mahindra. Dailporkan pula, persiapan infrastruktur telah mendapat dukungan dari Air Products Incorporated, perusahaan AS yang berbasis di Delhi. 
 
Pawan Goenka, Direktur Otomotif dan Peralatan Pertanian Mahindra&Mahindra menngatakan, "Meski inisiatif awalnya hanya mobilitas, Mahindra telah menargetkan  memproduksi kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. HyAlfa salah satu sarana untuk menunju ke sana," lanjut Pawan. Pada tahap awal dibuat 15 unit HyAlfa untuk melihat integrasi mesin, sistem penyimpanan bahan bakar, lokasi pengisian bahan bakar dan keamanannya. 
 
Konsep awal HyAlpha berasal dari DelHy 3-roda, yakni konsep kendaraan niaga paling populer di India dengan emisi gas buang terendah. DelHy 3-W dikembangkan oleh Institut Teknologi India, Delhi (IITD), merancang konverter khusus agar mesin bensin bisa mengonsumsi hidrogen.
Read more

Konsep Mobil Listrik Murah dari Tata

e
Mo
 konsep mobil listrik murah dari Tata Technologies


Detroit, Dunia Otomotif – Tata Motors ternyata tidak hanya dikenal melalui Nano, mobil termurah di dunia. Perusahaan asal India (Pune) tersebut – punya kantor di manca negara - kini juga menarik perhatian para insinyur otomotif di Motor City (Detroit). Khususnya, ketika Tata Technologies  di Detroit, memamerkan konsep mobil listrik yang diberi nama Electric Mobility atau eMO.
Harga
Konsep yang diusung adalah mobil listrik perkotaan murah. Harga ritel ancer-ancer pabrik (Manufacturer’s Suggested Retail Price: MSRP) untuk mobil dini, sekitar 20.000 dolar (belum termasuk diskon pajak) atau Rp 183 juta. Untuk sebuah mobil listrik, dinilai  kompetitif
4-Penumpang
Konsep eMo adalah mobil listrik kecil yang bisa memuat 4-penumpang dewasa. Sumber energinya, baterai 18,4 kWh yang bisa menjalankan mobil sejauh 161 km. Kemampuan maksimal dikebut, 105 kpj dan bisa melakukan sprint 0-32 kpj dalam 3,4 detik.
Arsitektur eMO ditekankan sebagai transportasi kota dengan ukuran tidak banyak menyita ruang. Untuk itu, ruang  interior dimaksimalkan dan eksterior dibuat sekecil mungkin dan fleksibel.
Tanpa Bagasi
Konsep menarik lain dari mobil listrik ini, tidak menggunakan pilar B. Pintu belakangnya bisa membuka 90 derajat. Dengan dua pintu bisa membuka, penumpang dan barang, semakin gampang dikeluar-masukan dari atau ke kabin. Lantas penggunaan kaca untuk atap, bertujuan, selain mengurangi bobot, memberi kesan kabin lega.  

Paket rekayasa menarik  lain dari mobil ini adalah jok depan yang ditaruh di atas  batera. Untuk mendinginkan baterai, udara dialirkan melalui saluran kecil yang berada di depan tatakannya. Sedangkan motor listrik dan kontrol elektronik, ditempatkan di bawah “hidung” mobil. Tidak ada bagasi khusus. Kalau membawa barang, jok belakang harus dilipat.

Dijelaskan pula, karena tidak menggunakan motor bakar, permukaan bodi mobil ini bisa dibuat lebih mulus, aerodinamis dan “overhang” pendek. Pengerjaan bodi dan pengecatan tidak lagi dilakukan secara tradisional, tetapi menggunakan bahan ramah lingkungan.

Menurut Tata Technologies, itulah pendekatan multidimensi yang mereka lakukan dalam merekayasa produk.

“Dengan memanfaatkan Global Delivery Model dan rekayasa berbasis pengetahuan, pengembangan produk bisa dilakukan lebih cepat dan  biaya yang efektif,” kata Kevin Fisher, Presiden Tata Technologies tentang
eMO.
Keren konsep nya kan?hehe
Read more

Pilih BBG atau Vi-Gas?

Penggunaan BBG atau CNG pada bus
Penggunaan Vi-Gas (elpiji) pada mobil penumpang


Dunia Otomotif – Saat ini topik yang cukup ramai dibicara di dunia otomotif adalah kebijakan pemerintah untuk mengalihkan pengguna premium ke gas. Untuk pindah ke gas, konsumen atau pemilik mobil ditawarkan dua pilihan. 
Pertama adalah Liquified Gas for Vehicle(LGV) atau sebenarnya lebih dikenal dengan nama elpiji yang sudah digunakan di rumah tangga. Khusus untuk mobil, elpiji yang dipasarkan Pertamina dinamakan Vi-Gas. Harganya kini Rp 5.600 liter setara premium (lsp).

Elpiji dari singkatan LPG (Liquified Petroleum Gas) adalah minyak gas yang dicairkan. Untuk dibakar, gas ini harus menguap atau diuapkan.
Kedua adalah bahan bakar gas (BBG), sebutan internasionalnya Compressed Natural Gas(CNG), kini dijual dengan Rp 3.100 lsp. Agar bisa disimpan dalam jumlah banyak, gas harus dimampatkan. Akibatnya, tekanannya di dalam tabung penyimpanan sangat tinggi.

Pemerintah lebih cenderung mengarahkan pemilik kendaraan di Indonesia menggunakan BBG ketimbang Vi-Gas. Pasalnya, cadangan gas ini sangat besar di tanah air, sementara elpiji, impornya terus meningkat karena juga digunakan di rumah tangga.

Insentif
Sebenarnya, rencana pemerintah untuk memasyarakatkan pengunaan BBG sudah berkobar sejak awal 1980-an. Namun perkembangannya tidak sesuai dengan harapan. Konsumen susah mendapatkan stasiun pengisian dan itu terjadi sampai sekarang! Tepatnya, infrastruktur untuk memperoleh BBG belum siap! 

Faktor lain, dorongan pemerintah agar masyarakat  menggunakan BBG masih kurang. “Seharusnya, pemerintah memberikan insentif  bagi mereka yang mau menggunakan BBG. Atau memberikan penalti bila mereka tidak mau,” jelas Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) dalam sebuah percakapan dengan KompasOtomotif. 

Dicontohkan, demi keselamatan, pada 1970-an, pemerintah Amerika Serikat memberi insentif kepada produsen mobil yang memasang “high stop lamp” sebagaian lampu tambahan. “Ternyata sekarang menjadi trend,”tambahnya.

Selain konsumen, pemerintah juga harus memberikan insentif kepada produsen yang bersedia memasang kit tersebut pada mobil baru. Dengan demikian, konsumen akan memperoleh jaminan atau garansi dari pabrik. Bahkan, pemerintah bisa mencontoh kebijakan pemerintah di India, yaitu memberikan insentif (pengurangan) pajak kepada pemilik mobil ber-BBG.

Hal tersebut perlu dilakukan karena untuk menggunakan BBG atau Vi-Gas, konsumen harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pemasangan kit konversi. Juga mengorbankan sebagian ruangan di dalam mobil untuk tabung BBG dan elpiji. Bobot mobil juga akan bertambah karena tabungnya berat, terutama BBG. Mereka juga bisa kehilangan garansi, khusus bagi pemilik mobil baru yang melakukan modifikasi. 

Sosialisasi keselamatan BBG (juga elpiji) harus dilakukan lebih gencar. Pasalnya, beberapa kecelakaan pada mobil ber-BBG, membuat sebagian konsumen khawatir tentang keselamatan.

Jadi agar konversi ke BBG atau Vi-Gas sukses, tidak cukup dengan mengampanyekan harganya yang  lebih murah dari bensin, juga keselamatan bagi penggunannya. (Bersambung)
Perbedaan sifat premium, elpiji (Vi-Gas) dan BBG (CNG)
No.
Karakteristik
Premium
LPG (Vi-Gas)
CNG (BBG)
1.
Komposisi
C8H8
C3H8
CH4
2.
Densitas    (kg/ m3)
752
1,5
0,6
3.
Berat molekul(kg/mol)
114,8
44,09
17.51
4.
Nilai kalori (kj/kmol)
45.950
46.360
47.476
5.
AFR stoikiometri
14,57
15,6
16,15
6.
Temperatur penyalaan minimal (OC)
360
460
521,4
7.
Kecepatan nyala (m/detik)
20-40
0,82
0,66
8.
Nilai oktan
88
110
130


Keren,,,!
Read more

Si Merah Terinspirasi Mobil Balap Kuno

Knalpot di sebelah kanan
Bentuk bodi GL 1m menyatu dengan model lampu menyerupai serangga
Roda depan GL 2m bertameng
Buntut GL 1m lebih pendek

Moskwa, Dunia Otomotif — Desainer otomotif asal Moskwa, Mikhail Smolyanov, kembali menelurkan konsep motor yang memancing mata. Tak cuma satu, tetapi dua sekaligus. Motor yang dominan warna merah ini merupakan "terjemahan" dari mobil balap tua buatan 1938 bernama GAZ GL1.
Tak banyak informasi detail yang dibeberkan Mikhail. Namun, perbedaan pada kedua sepeda motor tersebut tampak di buntut. Untuk yang pendek dinamai "GL-1m", sedang yang panjang "GL-2m". Nama GL diambil dari nama mobil, sedangkan embel-embel "m" merujuk pada "GL versi motor".
GL-1m
Motor ini bervelg bolong-bolong pada roda depan bak mobil balap aslinya. Punya bodi tunggal (bentuknya jadi satu), mulai dari tangki, tengah, hingga buritan yang menutup nyaris seluruh roda belakang. Dengan lekuk halus, akses garis-garis keperakan memperkuat gaya retro streamliner atau bentuk kereta api cepat zaman dulu.
Mesin dua silinder dipasang sedemikian rata di bawah tangki, termasuk juga karburator, hingga ke penataan belt. Sementara itu, setangnya terlihat kecil sehingga mirip sungut di tengah bodi motor yang lumayan bongsor.
Kaki penunggang pun diberi semacam pelindung yang tipis tapi panjang. Sementara itu, roda belakang tertutup dengan pelapis hitam yang ditambahi nomor mirip kendaraan balap. Namun, roda depannya dibuat telanjang dengan pemasangan suspensi tunggal.
Lampunya cukup unik, mirip wajah seekor serangga yang lengkap dengan lampu ganda. Terus, indikator ditanam di tangki yang membulat.
GL-2m
Desain bodi lebih kurang sama dengan GL-1m. Bedanya, selain pada buntut, kedua knalpot terletak di kanan. Roda depan dibuat bertameng dan sebelah kiri roda belakang dibiarkan telanjang.
Buntutnya mirip salah satu lampu belakang sedan lebar Amerika produksi 1950-an, seperti Chevy Bel-Air 1955.
Mikhail sebenarnya hanya membuat dua motor ini sebagai opsi. Namun, ketika diikutsertakan dalam ajang lomba desain menghormati GAZ GL1, Alexander Bushuev selaku penyelenggara dan produsen kendaraan minta dua-duanya. Bahkan, menurut media Lostinasupermarket, Alexander berniat mewujudkannya dalam bentuk utuh, bukan lagi sekadar gambar. Apakah modifikator Indonesia mau ikut mewujudkannya juga? (Dimas)
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright Google Summary © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.